RUANGBICARA.co.id – Awal tahun 2026 menjadi kenangan pahit sekaligus mengejutkan bagi pelatih asal Portugal, Ruben Amorim. Pasalnya, pelatih yang mengasuh skuad Manchester United selama 14 bulan itu resmi berpisah dengan klub yang selama ini ia tangani.
Melalui laman resmi Manchester United pada 5 Januari 2026, pihak klub secara tegas menyatakan telah mencopot Ruben Amorim dari kursi kepala pelatih.
“Ruben Amorim telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Pelatih Kepala Manchester United,” tulis MU dalam rilis resminya.
BACA JUGA: Gol Menit Akhir Warnai Pekan ke-20 Liga Inggris, Ini Rekap Lengkapnya
Setelah memutuskan mencopot Amorim dari kursi kepelatihan, Manchester United juga menjelaskan telah menunjuk pelatih sementara sebagai penggantinya, yakni Darren Fletcher. Penunjukan tersebut dipersiapkan untuk mengawal United dalam laga melawan Burnley pada Rabu waktu setempat.
“Darren Fletcher akan memimpin sementara tim Manchester United dalam melawan Burnley pada hari Rabu,” tambah pernyataan klub.
Dalam kesempatan yang sama, pakar transfer sepak bola Fabrizio Romano menyampaikan bahwa pemecatan tersebut bukan berasal dari keinginan Ruben Amorim, melainkan keputusan sepihak dari pihak klub. Amorim sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2027.
“Keputusan hari ini bukanlah kesepakatan bersama. Ruben Amorim tidak mengundurkan diri atau memutuskan untuk berpisah. Keputusan ini 100 persen berasal dari kebijakan klub Manchester United, sementara Amorim masih terikat kontrak hingga Juni 2027,” ungkap Fabrizio Romano melalui akun Instagram miliknya.
Dengan demikian, dapat diartikan secara terbuka bahwa kabar pemecatan Ruben Amorim yang ramai diperbincangkan bukan semata-mata disebabkan oleh performa tim di lapangan. Keputusan tersebut juga mencerminkan arah kebijakan klub yang dinilai sudah tidak lagi mentolerir keberlanjutan kepelatihan Amorim.
Selain itu, pemutusan kontrak ini turut disinyalir dipengaruhi oleh inkonsistensi hasil di Liga Inggris yang menjadi salah satu faktor utama manajemen mengambil keputusan tegas. Meski sempat menunjukkan potensi di level Eropa, Manchester United kesulitan menjaga stabilitas permainan sepanjang musim liga.
Situasi ini semakin krusial setelah pada pekan ke-20 Liga Inggris, Ruben Amorim hanya mampu membawa Manchester United bermain imbang di kandang Leeds United. Hasil tersebut membuat MU dalam lima laga terakhir hanya meraih satu kemenangan, satu kekalahan, dan tiga hasil imbang.
Meski keputusan ini diambil secara sepihak oleh pihak klub, pada awal masa jabatannya Amorim sempat memberikan harapan besar dengan mengantarkan Manchester United ke final Liga Europa 2025.
Namun demikian, performa tim di kompetisi domestik dinilai belum memenuhi ekspektasi manajemen. Meski berada di peringkat enam besar klasemen liga musim ini, inkonsistensi permainan tetap menjadi sorotan utama.
Berakhirnya masa kepelatihan Ruben Amorim menunjukkan bahwa capaian jangka pendek, termasuk keberhasilan di kompetisi Eropa, belum cukup jika tidak diiringi dengan performa stabil di liga domestik.










