Purbaya menjelaskan, pemerintah telah lebih dulu melakukan langkah antisipatif melalui penyesuaian kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak akhir 2025. Strategi ini membuat Indonesia mampu menyerap dampak eksternal tanpa gejolak berarti pada stabilitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, IMF tetap memberikan penilaian positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, lembaga tersebut tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu dalam menghadapi dinamika global.
Sebagai informasi, dari total SAL sebesar Rp420 triliun, sekitar Rp300 triliun telah ditempatkan secara bertahap di perbankan sejak September 2025, sementara sisanya sebesar Rp120 triliun tersimpan di Bank Indonesia.
BACA JUGA:Â Wamendagri Dorong Hilirisasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan fiskal Indonesia masih cukup solid untuk menghadapi ketidakpastian global tanpa perlu mengandalkan bantuan eksternal.












