Industri di Bawah BPOM Sumbang Rp6.000 Triliun, Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen

Inovasi

Memasuki usia ke-25, BPOM bertekad memperkuat perannya melalui berbagai inovasi. Mulai dari inovasi regulasi, teknologi, hingga sistem pengawasan berbasis biologi.

“Yang paling penting adalah inovasi peraturan, inovasi teknologi, inovasi pengawasan, dan inovasi yang berbasis biologi. Itu yang terus kita kembangkan,” kata Taruna.

Ia juga menjelaskan konsep ABG (Academic, Business, Government) yang kini didorong BPOM. Melalui konsep ini, BPOM tidak hanya berperan sebagai lembaga sertifikasi, tetapi juga ikut mengawal riset sejak dari hulu.

“Kita bukan hanya memberi jaminan atau sertifikasi. Kita ingin mengawal riset-riset penting dari hulunya. Karena itu hari ini kita bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi,” ungkapnya.

Kemudian, Taruna menegaskan, peningkatan kontribusi industri di bawah BPOM akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional.

“Revenue itu bisa semakin meningkat. Semakin besar keuntungan industri, semakin banyak dunia usaha bekerja, dan semakin kuat pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Taruna menyatakan optimismenya.

BACA JUGA: BPOM Dorong Segitiga Emas ABG untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Saya optimis, yakin,” ujarnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *