Selain itu, IKAPPI mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memperkenalkan parsel Lebaran berbasis bahan pangan dan hasil bumi lokal.
“Kami mengapresiasi kebijakan Presiden yang menjadikan hasil pangan lokal sebagai parsel Lebaran. Ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap produksi dalam negeri dan baru pertama kali dilakukan,” kata Reynaldi.
Namun demikian, IKAPPI mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi kenaikan harga pada periode setelah Lebaran, tepatnya H+3 hingga H+7. Pada fase tersebut, distribusi berpotensi terganggu akibat arus balik pedagang dari kampung halaman.
“Pasca-Idulfitri perlu diantisipasi, karena pedagang yang mudik belum kembali sepenuhnya. Ini bisa berdampak pada pasokan di pasar dan memicu kenaikan harga,” ujarnya.
BACA JUGA: Ekonom Sebut RI Resesi, Purbaya: Tak Sesuai Fakta
IKAPPI menegaskan bahwa penguatan rantai pasok dan kelancaran distribusi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga pangan, baik menjelang maupun setelah Idulfitri.







