“Sampah yang dikumpulkan akan dikelola secara digital oleh pengelola Bank Sampah secara profesional dan transparan. Ide sederhana ini menjadi solusi untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah menjadi sumber pendapatan,” ucapnya.
Sementara Abdul Qosim tokoh masyarakat Desa Sangkanwangi, mengapresiasi langkah Mahasiswa KKN STAI Wasilatul Falah. Sehingga masyarakat mendapatkan edukasi dan tatara mengelola sampah agar tidak mengotori lingkungan.
Baca juga:Â Tampung Sampah Seluruh Banten, TPSA Regional Bakal Dibangun di Lebak
“Bank Sampah Digital diharapkan menjadi tonggak awal menuju wilayah bebas sampah, mendukung Gerakan Nol Limbah Nusantara,” pungkasnya.
Seminar diikuti oleh puluhan masyarakat Desa Sangkanwangi. Selain itu turut hadir juga dukungan para pemuda dalam mendukung terlaksananya acara seminar di Aula Desa.










