Keselamatan Bukan Beban
Djoko menegaskan bahwa keselamatan transportasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan beban anggaran. Upaya pemerintah dalam membangun generasi unggul melalui berbagai program sosial dan pendidikan akan sia-sia jika aspek keselamatan diabaikan.
“Tanpa jaminan keselamatan, investasi manusia sehebat apa pun bisa berakhir sia-sia di jalan raya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin keselamatan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
BACA JUGA: Toyota Land Cruiser FJ Siap Masuk Asia Tenggara, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
Pada akhirnya, pemangkasan anggaran keselamatan dinilai bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan keputusan yang mempertaruhkan masa depan generasi bangsa.
“Keselamatan tidak memiliki nilai rupiah yang sebanding. Nyawa yang hilang tidak bisa dibeli kembali, bahkan dengan surplus anggaran sekalipun,” pungkas Djoko.












