RUANGBICARA.co.id — Samsung Electronics kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin global di industri televisi. Dalam ajang CES 2026, Samsung memamerkan inovasi TV super cerdas yang mampu memahami kebiasaan penggunanya melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru.
Melalui sesi Visual Display (VD) Deep Dive yang digelar di The Wynn Las Vegas, Samsung memaparkan peta jalan inovasi TV hingga 2026 dan seterusnya. Acara ini dipimpin langsung oleh SW Yong, President of VD Business Samsung Electronics, yang menyoroti transformasi besar peran TV di era rumah yang semakin terkoneksi.
BACA JUGA: Samsung Galaxy Z TriFold, Teknologi Futuristik dalam Smartphone Rp 40 Jutaan
Seiring pasar TV global memasuki fase baru, Samsung melihat adanya peningkatan permintaan terhadap TV premium, layar berukuran besar, serta pengalaman menonton yang lebih cerdas. Oleh karena itu, Samsung menyiapkan strategi jangka panjang dengan menggabungkan keunggulan hardware dan kecerdasan buatan.
Selain itu, tahun 2026 disebut sebagai momen krusial bagi bisnis Visual Display Samsung. Pasalnya, sejumlah teknologi utama akan menjadi penggerak pertumbuhan, mulai dari Micro RGB dan OLED di segmen premium, mini LED untuk memperluas akses TV berkualitas tinggi, hingga layar ultra-besar yang menghadirkan pengalaman hiburan lebih imersif.
Dengan strategi tersebut, Samsung menargetkan pengalaman layar tercanggih dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen di berbagai segmen.
Vision AI Companion
Di sisi lain, inti inovasi Samsung pada 2026 terletak pada Vision AI Companion (VAC). Platform AI ini dirancang untuk membuat TV menjadi lebih intuitif, personal, dan komunikatif.
Melalui VAC, TV Samsung mampu memahami konten yang ditonton pengguna, mempelajari kebiasaan mereka, serta menampilkan informasi yang relevan secara kontekstual langsung di layar. Dengan demikian, TV tidak lagi berfungsi sebagai layar pasif, melainkan menjadi bagian aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, integrasi AI ini juga memperluas peran TV dalam ekosistem smart home, memungkinkan interaksi yang lebih dalam dan pengalaman yang semakin terhubung.
Menurut SW Yong, industri TV saat ini sedang mengalami perubahan besar. Pengalaman menonton tidak lagi sekadar soal menikmati tayangan, tetapi juga melibatkan interaksi langsung antara perangkat dan pengguna.
“Saat ini, kita tengah menyaksikan transformasi dalam cara pemirsa menikmati pengalaman menonton TV, dari yang semula berfokus pada aktivitas menonton semata menjadi pengalaman yang lebih interaktif,” ujar Yong.
Oleh sebab itu, Samsung terus memperkuat fondasi keunggulan hardware yang telah dibangun selama puluhan tahun, sembari mengintegrasikan teknologi cerdas untuk menjawab kebutuhan masa depan.











