Trans Banjarbakula Masih Punya PR yang Harus Dibenahi

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Kawasan aglomerasi Banjarbakula terus berkembang menjadi pusat aktivitas baru di Kalimantan Selatan. Dengan luas wilayah lebih dari 1,28 juta hektare dan penduduk mencapai 2,23 juta jiwa, kebutuhan mobilitas yang memadai semakin mendesak.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa layanan Trans Banjarbakula harus terus dipertahankan. “Layanan Trans Banjarbakula yang ekonomis, mudah, aman dan nyaman sudah semestinya dipertahankan untuk memuluskan peralihan orang dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ruang Bicara, Sabtu (15/11/2025).

BACA JUGA: Menhub Beberkan 5 Prioritas Besar Transportasi, MTI Diminta Siap Kawal

Diketahui, wilayah Banjarbakula mencakup Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut. Pertumbuhan pesat di lima wilayah ini membuat kebutuhan transportasi publik meningkat.

Kementerian Perhubungan sejak 2021 menginisiasi Program Buy The Service (BTS) untuk menata angkutan umum perkotaan di kawasan tersebut.

Menurut Djoko, perkembangan kawasan ini tidak bisa dilepaskan dari fenomena mobilitas masyarakat yang terus meningkat. “Kawasan Banjarbakula sedang mengalami pertumbuhan sebagai pusat aktivitas yang dinamis. Mobilitas menjadi kebutuhan krusial yang tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Tarif Murah

Salah satu daya tarik Trans Banjarbakula adalah tarifnya yang sangat murah. “Tarif angkutan umum biasanya Rp 25 ribu, sekarang hanya Rp 5 ribu sangat membantu masyarakat jelas bawah untuk bermobilitas antar kota,” kata Djoko.

Saat ini, Trans Banjarbakula mengoperasikan 75 armada bus pada empat koridor, masing-masing melayani rute antarkota yang panjangnya mencapai puluhan kilometer. Warga bisa bepergian dari Banjarmasin ke Pelaihari, Martapura, hingga Anjir Muara dengan tarif yang jauh lebih terjangkau.

Pelajar dan mahasiswa bahkan mendapat tarif khusus Rp 2.000.

Tak hanya itu, Trans Banjarbakula juga menghubungkan berbagai titik penting seperti Terminal Gambut Barakat, Terminal Km 6, Terminal Sumarsono Pelaihari, Terminal Banjarbaru, hingga angkutan sungai di Taman Siring KM 0.

Djoko menilai keberadaannya membawa manfaat besar. “Layanan ini sangat terasa manfaatnya bagi warga di Banjarbakula. Mereka bisa menikmati perjalanan jauh dengan biaya murah dan fasilitas lebih baik,” katanya.

Pada Mei 2024, Pemprov Kalimantan Selatan resmi mengambil alih pengelolaan Trans Banjarbakula sebagai bentuk komitmen menyediakan angkutan umum modern sesuai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009.

Alhasil, kehadiran Trans Banjarbakula tentunya sejalan dengan komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel terpilih 2024–2029, H. Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, yang ingin meningkatkan transportasi publik hingga pelosok.

Sistem pembiayaan operasional dilakukan secara sharing berdasarkan panjang lintasan di masing-masing wilayah. Tahun 2025, total kebutuhan subsidi mencapai Rp 70 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *