Laporan hasil
Sebelum penutupan Rakernas, Ketua Umum Apkasi sekaligus Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyampaikan laporan hasil rumusan kebijakan strategis dari 416 kabupaten anggota Apkasi. Beberapa poin utama meliputi optimalisasi Dana Desa untuk kemandirian pangan serta rekomendasi penataan ulang hubungan pusat dan daerah melalui revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Bursah juga menekankan pentingnya manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di daerah guna meningkatkan efektivitas birokrasi. Seluruh hasil Rakernas, lanjutnya, akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Apkasi juga meluncurkan buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten” sebagai upaya mendorong inovasi daerah di tengah tantangan pembangunan nasional. Bursah turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah kementerian dan lembaga yang aktif melibatkan kepala daerah dalam program strategis nasional, termasuk sektor pertanian, desa, sosial, hingga perkebunan sawit.
Usai penutupan Rakernas XVII Apkasi 2026, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Gedung Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di Batam. Gedung hasil kolaborasi Apkasi dan International Business Association (IBA) tersebut dirancang sebagai pusat informasi satu pintu bagi investor mancanegara untuk melihat potensi investasi kabupaten di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Waspada Galon Polikarbonat, Ahli UI Ingatkan Risiko BPA dari Galon Tua
Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah konkret dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pemerintah kabupaten dalam menarik investasi global.












