Program afirmatif yang ditampilkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Semua data yang ditampilkan dikurasi agar mudah dipahami oleh pengunjung dan memberikan gambaran konkret tentang capaian dan tantangan yang dihadapi.
Lebih dari sekadar pameran, kehadiran Kemenag di Pameran KIP 2025 juga diharapkan menjadi ruang komunikasi interaktif antara kementerian dan masyarakat. Dodo menegaskan bahwa pameran ini membuka peluang dialog terbuka bagi publik untuk memberikan masukan langsung.
“Kami ingin masyarakat bukan hanya menerima informasi, tapi juga bisa memberi umpan balik dan saran konstruktif. Karena keterbukaan informasi tidak berhenti di publikasi, tapi juga pada partisipasi,” tuturnya.
Perlu diketahui, Pameran KIP 2025 sendiri menjadi momentum bagi lembaga publik untuk memperkuat kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan data dan transparansi kebijakan. Kemenag, lewat tema “Kemenag Berdampak”, mencoba memperlihatkan bahwa transparansi dapat berjalan berdampingan dengan pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada hasil.
BACA JUGA: AI Indonesia Tampilkan Inovasi Paling Canggih di Pameran KIP 2025
Dengan konsep booth yang interaktif dan penuh edukasi, partisipasi Kemenag diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain dalam memperluas akses informasi publik sekaligus menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik selalu bermula dari keterbukaan.












