RUANGBICARA.co.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah bersama pengelola jalan tol menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna mengurai kemacetan. Namun, para pemudik diingatkan agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut karena kondisinya belum sepenuhnya seperti jalan tol operasional.
Dosen Prodi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menegaskan bahwa penggunaan tol fungsional memang dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat musim mudik. Namun, pengendara perlu memahami karakteristik jalan yang masih dalam tahap penyempurnaan.
BACA JUGA: Pakar Sebut Tol Trans Sumatera Jadi Game Changer Mudik Lebaran 2026, Infrastruktur Sudah Siap
“Penggunaan tol fungsional memerlukan kewaspadaan ekstra karena kondisi infrastrukturnya belum 100 persen sempurna seperti jalan tol yang sudah beroperasi penuh,” ujar Djoko dalam keterangan resmi yang diterima Ruang Bicara, Kamis (12/3/2026).
Pada musim mudik tahun ini, terdapat dua ruas tol fungsional yang diproyeksikan membantu kelancaran arus kendaraan, yakni ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Bawen–Ambarawa dan segmen Tol Solo–Yogyakarta Prambanan–Purwomartani.
Ruas Bawen–Ambarawa sepanjang sekitar 4,98 kilometer dijadwalkan mulai beroperasi secara fungsional sejak H-10 Lebaran 2026. Jalur ini akan menerapkan sistem satu arah (one way) secara situasional untuk kendaraan Golongan I non-bus.
Keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di kawasan Simpang Bawen yang selama ini menjadi titik temu arus kendaraan dari Semarang, Solo, dan Magelang. Dengan adanya akses keluar melalui Gerbang Tol Ambarawa, pemudik menuju Magelang, Temanggung, maupun Wonosobo dapat menghindari titik kemacetan di Exit Tol Bawen.
Selain mempercepat perjalanan, jalur ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan di persimpangan lampu merah Bawen yang kerap terjadi akibat kendaraan berat, terutama truk dengan muatan berlebih (ODOL) yang mengalami rem blong.
Di sisi lain, segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,23 kilometer dari proyek Tol Solo–Yogyakarta juga direncanakan beroperasi secara fungsional mulai pertengahan Maret 2026. Jalur ini difokuskan untuk melayani arus kendaraan dari Solo, Jakarta, dan Surabaya menuju Yogyakarta maupun sebaliknya.
Dengan terbukanya ruas ini, beban jalan nasional di koridor Solo–Yogyakarta diharapkan berkurang signifikan. Titik kemacetan yang selama ini sering terjadi di kawasan Kalasan dan Prambanan juga diperkirakan dapat terurai lebih efektif.
Perhatikan 5 Hal Ini
Meski memberikan manfaat dalam memperlancar arus mudik, Djoko mengingatkan pemudik agar memperhatikan beberapa hal penting sebelum melintas di tol fungsional.
1. Infrastruktur belum sepenuhnya selesai
Sebagian ruas jalan mungkin masih berupa beton dasar (lean concrete) yang lebih berdebu atau belum dilapisi aspal halus. Kondisi ini membuat daya cengkeram ban tidak sebaik jalan tol biasa, sehingga pengendara disarankan menghindari pengereman mendadak.
Selain itu, lampu penerangan jalan di tol fungsional biasanya belum tersedia secara memadai. Oleh karena itu, pengendara sangat disarankan melintas pada siang hari atau sebelum matahari terbenam.
2. Batas kecepatan lebih rendah
Pengendara wajib mematuhi batas kecepatan maksimal sekitar 40 hingga 60 km per jam. Hal ini karena beberapa titik masih memiliki penyempitan lajur atau kondisi jalan yang belum sepenuhnya ideal.
3. Fasilitas pendukung terbatas
Tol fungsional umumnya hanya memiliki rest area sementara dengan fasilitas terbatas. Toilet dan tempat istirahat biasanya bersifat darurat, bahkan belum tentu tersedia SPBU permanen.
Karena itu, pengendara disarankan memastikan bahan bakar kendaraan dalam kondisi penuh sebelum memasuki jalur tersebut.
4. Perhatikan rambu dan pembatas jalan
Rambu petunjuk maupun pembatas jalan seperti cone atau water barrier harus diperhatikan dengan cermat. Pada beberapa titik, pagar pengaman (guardrail) juga belum terpasang secara lengkap.
5. Pastikan kondisi kendaraan dan pengemudi
Pengemudi harus memastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama pada bagian ban, rem, dan mesin. Hal ini penting karena akses bantuan seperti derek atau ambulans di jalur fungsional masih terbatas dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau lokasi.







