RUANGBICARA.co.id – PT ASDP Ferry Indonesia menyiapkan sejumlah skenario khusus untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan signifikan volume kendaraan dan penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026 terbukti sesuai dengan kondisi di lapangan.
BACA JUGA: Gilimanuk Diserbu Pemudik, ASDP Tambah Armada hingga 35 Kapal
“Kendaraan yang sudah check-in sebanyak 18.000 kendaraan dan masih ada 1.000 kendaraan lagi yang belum reservasi,” ujar Heru di Cilegon, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, terjadi peningkatan volume kendaraan dibandingkan hari sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat sekitar 17.000 unit kendaraan, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 18.000 kendaraan yang telah melakukan reservasi.
Secara akumulasi, jumlah kendaraan yang telah diberangkatkan melalui Pelabuhan Ciwandan—baik roda dua maupun roda empat—mencapai 34.000 unit. Sementara itu, total penumpang yang telah diseberangkan per hari ini sekitar 124.000 orang.
Adapun dalam periode H-10 hingga H-3 (pukul 00.00 hingga 18.00 WIB), jumlah penumpang yang telah diseberangkan mencapai 593.033 orang, termasuk pejalan kaki dan penumpang kendaraan pribadi maupun bus.
Di sisi lain, jumlah kendaraan yang telah diseberangkan dalam periode tersebut mencapai 153.254 unit. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 7,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan berbagai skenario operasional, termasuk koordinasi intensif dengan aparat kepolisian.
“Kami telah mempersiapkan segala skenario. Kami bersama Kapolda Banten terus melakukan koordinasi secara intensif, dan telah mengerahkan semua personel untuk menyambut para pemudik,” jelas Heru.
Ia menambahkan bahwa fokus pengaturan tidak hanya dilakukan di Merak, tetapi juga di Ciwandan yang menjadi jalur alternatif khususnya bagi kendaraan roda dua.










