Selain itu, NJ menegaskan bahwa PPP tetap menjadi partai yang demokratis. “PPP menghargai keberagaman. Siapapun kader boleh menyuarakan, tapi pada akhirnya muktamirin yang menentukan,” tukasnya.
Kader teruji
Dukungan serupa juga datang dari Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebak, Ridwan Imamul Huda. Ia menyebut Mardiono sebagai kader sejati yang sudah teruji. “Pak Mardiono kader partai yang betul-betul mulai dari bawah. Dia pernah menjabat di DPW, kemudian menjadi Waketum, majelis, hingga PLt Ketum. Artinya, sebagai kader sudah teruji,” ungkapnya.
Ridwan juga optimistis Mardiono mampu membangkitkan kembali kejayaan PPP. “Kita melihat keseriusan beliau untuk membangkitkan PPP ke depan. Insyaallah PPP Lebak siap mendukung penuh agar PPP kembali ke Senayan,” tegasnya.
Terkait isu perubahan AD/ART untuk kader di luar PPP bisa mencalonkan, Ridwan menilai hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan muktamirin. “Perubahan AD/ART tidak bisa dilakukan secara mentah. Itu harus berproses dan kita serahkan kepada muktamirin sepenuhnya,” jelasnya.
Ia juga menanggapi munculnya sejumlah nama baru dalam bursa calon ketua umum. “Munculnya orang-orang baru menunjukkan PPP masih menjadi magnet politik nasional. Tapi kembali lagi, kita punya AD/ART yang jadi pegangan,” tambahnya.
BACA JUGA: Jejak Karier Husnan Bey Fananie, Intelektual Muslim yang Deklarasikan Nyalon Ketum PPP
Terakhir, Ridwan menyampaikan harapan agar PPP bisa kembali berjaya. “Siapapun yang terpilih nanti, khususnya harapan kami ke Pak Mardiono, PPP mampu bangkit dan kembali lagi ke Senayan,” pungkasnya.










