Mengapa Skytrax Turunkan Rating Garuda Indonesia dari 5 ke Bintang 4?

RUANGBICARA.co.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia penerbangan. Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi kehilangan status maskapai Bintang 5 dari lembaga pemeringkat penerbangan global Skytrax. Per Maret 2026, maskapai kebanggaan Indonesia itu kini diklasifikasikan sebagai maskapai Bintang 4 (4-Star Airline).

Penurunan peringkat ini cukup menyita perhatian publik, khususnya para penggemar aviasi dan traveler yang selama bertahun-tahun melihat Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai elite dunia.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Bakal Gelar RUPS-LB Akhir Juni Ini, Ada Apa?

Dalam penilaiannya, dikutip dari situs resminya, Skytrax menyebut bahwa Garuda Indonesia tetap memiliki kualitas layanan yang baik, baik dari sisi produk penerbangan maupun pelayanan staf.

Status 4-Star Airline diberikan berdasarkan kualitas berbagai aspek layanan maskapai, mulai dari produk bandara dan kabin pesawat, hingga pelayanan staf darat dan awak kabin.

Beberapa komponen yang dinilai antara lain: kenyamanan kursi pesawat, fasilitas kabin dan amenitas, kualitas makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat (In-Flight Entertainment), kebersihan pesawat dan layanan staf kabin dan staf darat.

Meski begitu, Skytrax menilai standar produk Garuda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dibandingkan maskapai Bintang 5 lainnya.

Fasilitas Dinilai Tertinggal

Skytrax menyatakan bahwa Garuda Indonesia saat ini sedang melalui masa restrukturisasi perusahaan. Dalam periode tersebut, sejumlah fasilitas maskapai dinilai belum mengalami pembaruan signifikan.

Beberapa faktor yang menjadi sorotan antara lain kondisi fasilitas di bandara utama seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Menurut Skytrax, sebagian fasilitas maskapai di kedua bandara tersebut sudah mulai terlihat usang (dated) dan membutuhkan modernisasi serta peningkatan kualitas agar dapat kembali bersaing di kelas Bintang 5.

Selain itu, beberapa aspek produk fisik (hard product) juga dinilai tertinggal dari standar maskapai premium global saat ini, seperti: kursi kabin yang mulai menua, lounge bandara yang perlu diperbarui dan sistem hiburan dalam pesawat yang dianggap sudah ketinggalan zaman

Meski peringkatnya turun, Skytrax menegaskan bahwa kualitas pelayanan staf Garuda Indonesia tetap menjadi salah satu yang terbaik.

Keramahan awak kabin serta pelayanan staf darat masih mencerminkan hospitality khas Indonesia yang selama ini menjadi kekuatan utama maskapai tersebut.

Dengan kata lain, penurunan status ini bukan disebabkan oleh buruknya layanan kru, melainkan lebih kepada standar produk fisik yang dinilai tidak lagi setara dengan maskapai Bintang 5 dunia saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *